Popular Week Post

Posted by : Lim Aigoo Rabu, 24 Desember 2014

~ Keuriseumaseu Seonmul ~
~ Hadiah Krismes ~


##

##

#### Cuplikan episode 13 drama "Pinocchio" di mulai dengan Ha Myung yang berdiskusi di basecamp kepolisian dengan Bum Jo. Mereka berdiskusi tentang masalah pemberitaan kasus bunuh diri seorang karyawan bus yang dipecat karena penggelapan uang 600 Won oleh reporter Cha Ok. Bum Jo : "Daebak, Dia mengakui kalau tidak mengecek sertifikat kematian?"
Ha Myung : "Mungkin itu yang yang menjadi alasan Dia tidak melakukan gugatan".
Bum Jo : "Tetapi Kamu tidak prihatin? Dia ibunya In Ha."
Ha Myung : "Tidak"
Bum Jo : "Tapi Aku prihatin padanya"
Ha Myung : "Kita sudah berakhir. Berhenti bicara tentang hal itu, dan katakan apa yang Kamu temukan"
Bum Jo : "Kalian berakhir?"
Bum Jo melanjutkan berbicara tentang penemuananya bahwa empat orang di antara mantan rekan korban berbicara bahwa korban bukan meninggal karena bunuh diri, Dia meninggal karena penyakitnya.

##

##

#### Yo Rae datang ke basecamp dengan suara serak. Suara Yo Rae serak karena mencari informasi dari keluarga korban yang sedang bekerja di proyek bangunan. Dari Yo Rae pun Ha Myung dan Bum Joo mendapatkan informasi bahwa yang diberitakan oleh Cha Ok waktu itu tentang meninggal bunuh diri adalah salah. Yo Rae berkata bahwa korban memang meninggal karena penyakitnya. [Dari bukti pernyataan mantan rekan dan keluarga bisa disimpulkan bahwa Cha Ok memang salah]. Walaupun tahu tentang kedua bukti tersebut Ha Myung masih merasa terganggu.
Bum Jo : "Lalu kenapa Dia berbohong enam tahun yang lalu dan mengatakan bahwa kakanya bunuh diri?"
Yo Rae : "Aku kira pada awalnya Dia berpikir bahwa kakaknya bunuh diri karena marah dan tertekan setelah dipecat. Oleh sebab itu Dia berbohong"
Bum Jo : "Kemudian Manajer Cha Ok benar-benar memberitakanya dengan cerita sensasional. Aku tahu itu, Siapa orang yang pernah bunuh diri karena 600 Won?"
Yo Rae : "Tapi, kenapa In Ha belum kembali? Kita bisa mengakhiri Cha Ok setelah memverifikasi sertifikat kematian"

##

##

##

###### Tiba-tiba handphone Ha Myung, Yo Rae dan Bum Jo berbunyi. Mereka mendapatkan pesan dari In Ha yang dikirimnya lewat grup pesan. In Ha mengirimkan pesan bahwa sertifikat kematian yang Dia periksa memang menyatakan kebenaran bahwa karyawan tersebut tidak meninggal karena bunuh diri. Membaca pesan dari In Ha, Bum Jo langsung membalasnya, sedangkan Ha Myung menelpon In Ha, namun tidak di angkat. 

##

## Ha Myung mengingat kembali memori ketika In Ha BERBOHONG dengan mengiriminya pesan. [Scene kembali ke episode 3 yang waktu itu menangis karena senang bertemu dengan ibunya]. Ha Myung pun keluar dari basecamp untuk mencari In Ha.

##

##

#### In Ha menemukan fakta dari seorang dokter bahwa sertifikat yang Ia periksa palsu. Kemungkinan apa yang diberitakan oleh Cha Ok memang benar, bahwa korban meninggal karena bunuh diri atau karena ada sebab tertentu.

##

##

##

###### Belum sempat In Ha merobek sertifikat kematian tersebut, Ha Myung melihat hal itu dan In Ha pun berlari ke taman menghindari Ha Myung.
Ha Myung : "Kenapa Kamu melarikan diri?"
In Ha : "Jangan mendekat!"
Ha Myung : "Mengapa Kamu cegukan?"
In Ha : "Sertifikatnya di palsukan. Dokumen asli menunjukan bahwa itu benar-benar bunuh diri. Pemilik bus menipu Kita"
Ha Myung : "Lalu Kamu mengatakan bahwa ibumu benar dalam hal ini?"
In Ha : "Miane..."
Ha Myung : "Anda hanya harus tutup mulut! Siapa yang perduli tentang kebohongan kecil? Itulah apa yang benar, dan itu adalah cara yang seharusnya"
In Ha : "Oke, Aku akan memilih ibuku sebagai pihak yang salah [In Ha cegukan]. Semuanya akan baik-baik saja selama Aku tutup mulut."
Ha Myung "Oke, jangan beritahu siapa pun. Aku harus menjatuhkan ibumu tidak perduli dengan cara apapun. Bahkan jika itu menyangkut tentang saudaraku, Aku tidak bisa membiarkan hal ini berlalu. Aku bersumpah ini jalan yang benar"

##

#

### Ayah Dal Po dan adiknya datang berkunjung ke rumah Ha Myung (Dal Po). Ayahnya menanyakan banyak hal tentang rumah Dal Po yang baru. "Apakah terasa nyaman?" bahkan menanyakan Dal Po tentang ada beras atau tidak untuk dimakan.

##

#

 ### Ayah In Ha bahkan memberi pesan pada tetangga Dal Po untuk menghubunginya bila ada sesuatu yang terjadi pada Dal Po (Ha Myung). Dal Po pun mengantar kepergian mereka berdua.
Ayah Dal Po : "Aku tidak punya cara untuk membatalkan adopsimu. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, Kamu tetap anakku seumur hidupmu"
Ha Myung (Dal Po) pun merasa tersentuh dengan kunjungan mereka berdua.

##

## Dal Po mendapatkan kado dari Ayahnya berupa uang dan syal.

##

##

#### Pembahasan tentang kasus bunuh diri yang diberitakan Cha Ok di masa lalu di diskusikan. Ha Myung pada akhirnya diberikan tugas kembali untuk meliput kasus tersebut.

##

##

#### Para reporter bersiap dalam pertemuan demosntran dengan Cha Ok.

##

## Sang pemilik usaha bus akhirnya bertemu dengan Cha Ok.
Sang pemilik bus : "Anda telah menghancurkan hidup Saya [Sang pemilik menunjukan sertifikat kematian korban sebagai bukti Dia memanipulasi]. Bisnis Saya hancur karena Anda dan Saya harus menjalani hidup dengan disebut sebagai seorang pembunuh. Wartawan seperti Dia harus dihentikan dari semua stasiun siaran berita!"
Saat itu lah ada lemparan telur ke muka Cha Ok yang membuat Ha Myung mengingat bagaimana rasanya ada di posisi Cha Ok di masa lalu.
Sang pemilik bus : "Apakah Anda berpikir Anda bisa lolos begitu saja setelah menghancurkan hidup seseorang. Anda layak mendapatkannya!!!"

##

##

#### Ha Myung membela Cha Ok dengan bertanya pada sang pemilik usaha bus tentang keaslian sertifikat kematian sang korban.
Ha Myung : "Presiden Cho, Anda memalsukan sertifikat kematian ini, benar?"
Sang pemilik bus : "Heee..." [Ekspresi heran]
Ha Myung : "Jawab pertanyaan Saya! Apakah Anda memalsukan dokumen?" [Sambil mengangkat sertifikat di tangan]
Sang pemilik bus : "Saya tidak melakukannya"
Ha Myung : "Anda telah menghapus kolom kematian yang asli menjadi bunuh diri. Mengapa Anda memalsukan sertifikat kematiannya?"
Setelah di desak oleh demostran yang kebingungan, akhirnya sang pemilik bus berbicara.
Sang pemilik bus : "Baiklah, Saya telah membodohi kalian semua"
Pada akhirnya Cha Ok pun tertolong dari kerumunan wartawan dan demonstran, sedangkan sang pemilik usaha bus kembali menjadi sorotan dari para wartawan.

##

## "Apa yang sedang Kamu lakukan?", Cha Ok bertanya. Ha Myung pun yang membela Cha Ok memberikan alasannya bahwa Dia melakukan hal benar sebagai reporter. "Sesuatu yang seharunya dilakukan 13 tahun yang lalu. Ada sesuatu yang ingin Saya tanyakan. Kenapa orang-orang tidak percaya denganmu bahkan ketika Anda berbicara kebenaran? Kenapa bahkan Anda tidak percaya diri? Anda yakin bahwa Anda seorang reporter? Saya akan terus menanyakan hal itu pada Anda, sampai mendengar jawaban dari Anda"

##

## Setelah kejadian pelemparan telur, Cha Ok pun bergegan ke kamar mandi dan membalas pesan dari seseorang yang menyuruhnya turun dari posisi penyiaran.

##

##

#### "Kalian seharunya mendengar saat Ha Myung menasehati Cha Ok", Yo Rae benar-benar kagum. "Apakah Anda yakin Anda adalah seorang reporter?", lanjut Yo Rae. Tiba-tiba Cha Ok muncul di layar tv.

##

#

### Cha Ok : "Hari ini akan menjadi hari terakhir Saya sebagai pembaca berita. Ada banyak pemberitaan negatif tentang Saya akhir-akhir ini. Meskipun kejadian ini hanyalah kesalahpahaman, tapi karena kejadian ini Saya ingin merefleksikan diri dan berpikir bagaimana bahayanya kesalahpahaman itu. Jadi, untuk menunjukan penghargaan Saya kepada pemirsa yang terus mempercayai Saya, Saya memutuskan untuk mundur dari posisi ini. Mulai besok malam, koresponden Yeon Do Young yang akan membacakan berita Anda. Mulai sekarang, Saya akan langsung melaporkan berita langsung dari TKP. SUng Cha Ok dari MSC News", kata Cha Ok seraya menutup perjumpaannya dengan pemirsa.
Ha Myung hanya dapat diam dan melihat bagaimana kuatnya Cha Ok saat membela dirinya sendiri di depan layar.

##

##

#### Bum Jo : "Baru semalam Dia mundur, dan paginya sudah menurunkan spanduk?" [Bum Jo mendekati In Ha yang berdiri di depan spanduk Ibu dan dirinya]
In Ha : "Oh~ Kau rupanya".
Bum Jo : "Mungkin kejadian kemarin sangat memukul manajer Cha"
In Ha : "Mungkin saja"

##

## Jae Myung : "Apakah Dia benar-benar turun dari posisinya?"
Ha Myung : "Dia sudah mengumumkannya semalam. Dia ingin beristirahat dahulu".
Jae Myung : "Seperti Kau telah berhasil. Awalnya Aku ragu padamu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Kau memang hebat"
Ha Myung : "Aku tidak hebat. Aku hampir saja melakukan hal yang sama dengan Dia lakukan dulu."
Jae Myung : "Kenapa tidak Kau lakukan?"
Ha Myung : "Karena In Ha"

##

## In Ha : "Aku baru menyadarinya kemarin. Aku tak akan lagi membuat Dal Po Khawatir. Dan Dia bisa melupakan Aku, melakukan semua yang harus Dia lakukan"
Bum Jo : "Apakah Kau senang?"
In Ha : "Tentu saja. Itulah rasa bersalah yang Aku rasakan selama ini di depan Dal Po. Tapi, sekarang Aku bisa tidur lebih nyenyaj sekarang"


## Jae Myung : "Aku berterima kasih kepadanya. Jika Dia tidak cegukan, mungkin Kau sudah di luar kendali. Kau sudah berterima kasih padanya?
Ha Myung : "Tidak, Aku malah menyalahkan dan memarahinya. Aku sangat merasa menyesal"
Jae Myung : "Katakan itu padanya, bukan padaku! Permintaan maaf harus diberikan pada orang yang tepat. Meminta maaf pada orang yang salah adalah tindakan yang menyedihkan"
Ha Myung : "Aku tahu"

##

## Bum Jo meminta In Ha untuk makan malam bersamanya karena Dia sedang ulang tahun. In Ha pun menyetujuinya.
In Ha : "Jujur saja, Aku benar-benar dilema, sampai-sampai Aku jadi tak napsu makan sekarang"
Bum Jo : "Tapi, Kau cukup rakus untuk orang yang tak punya napsu makan"
In Ha : "Salah satu dilema terbesar dalam hidup, Aku harus berpura-pura kuat walaupun Aku sangat kesal dan kesulitan."
bum Jo : Apa kesulitanmu? Apa yang Kau kesalkan?"
In Ha : "Aku hanya kesal dengan keberadaanku. Kesal karena menghalangi Dal Po dan perasaan bersalah itu sangat menghantuiku. Aku adalah reporter juga, dan Aku kesal karena hampir saja membohongi Dal Po. Tapi, Aku tak perlu berbohong lagi. Jadi nafsu makanku telah kembali. Dan saatnya ususku mulai kembali bekerja. Permisi sebentar ya" [In Ha pergi kebelakang untuk ususnya yang bekerja, Haha]

##

##

#### Ha Myung melihat kancing dalm dompetnya. [Kancing itu pernah dibeli In Ha karena berisikan mimpi indah Dal Po]. Akhirnya Ha Myung menelpon In Ha untuk berterima kasih seperti yang kakaknya suruh.
Bum Jo : "Halo?"
Ha Myung : "Kenapa Kamu mengangkatnya?
Bum Jo : "Karena Kami sedang bersama sekarang. Dia sedang ke toilet. Kau mau bicara apa?"
Ha Myung : "Kalian dimana sekarng?"
Bum Jo : "Kami sedang ada di ana kafe. Hubunganmu dengan In Ha sudah berakhir itu, masih tetap sama kan? Kalau begitu dengarkan Aku, karena hal inilah yang ingin Aku katakan kepada kalian berdua"

##

##

#### Bum Jo meletakkan handphone In Ha dan tetap terhubung dengan Ha Myung.
Bum Jo : "Kau masih ingat bahwa Kau akan berterima kasih kepada orang yang membaca pesanmu itu?"
In Ha : Ya, tapi kenapa Kau membahasnya?"
Bum Jo : "Kau bilang Dia seperti hutan bambu dan buku harian pribadimu. Dan Kau kecewa tak ada lagi yang bisa Kau SMS lagi kan?"
In Ha : "Ya, terutama sekarang. Banyak yang ingin Aku katakan"
Bum Jo : "Orang yang membaca SMS itu adalah Aku."
In Ha : "Apa?" [In Ha membuat ekspresi terkejut]
Bum Jo : "Ibumu melupakan HP-nya di rumahku dulu, karena itulah Aku bisa membaca SMS mu"
In Ha : "Tidak mungkin"
Bum Jo : "Maaf, Awalnya Aku hanya mau main-main. Tapi berubah menjadi rasa ingin tahu.Dan rasa ingin tahu itu yang membuatku ingin bertemu denganmu. Karena itulah Aku mencarimi dan kenapa Aku bisa disini sekarang. Aku tahu siapa yang Kau Cintai dan Aku juga tahu betapa Kau inginmenghapus orang itu dari hatimu. AKU AKAN MEMBANTUMU MELAKUKANYA"
In Ha : "Bum Jo..." [In Ha membuat ekspresi bingung]
Bum Jo : "Pacaranlah denganku! Kau bilang Dal Po tak lagi peduli tentangmu. Jadi tak usah memikirkannya dan berusahalah melupakannya"
In Ha : "Jadi, Ayo pacaran [In Ha cegukan]. Lihat kan! Aku tak bisa menyenangkan hati orang. Dengan jadian, Kita tak bisa mengatasi apa-apa. Maafkan Aku"
Bum Jo : "Baiklah, kita mulai sekarang, Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Aku akan sangat baik denganmu. Hingga Kau tak akan bisa menolakku lagi. Aku berbeda dengan Dal Po, Kau tak akan menghalangiku dan tak perlu merasa bersalah".
Ha Myung mematikan handphonenya. Tapi, In Ha sebenarnya masih menjawab pernyataan Bum Jo.
In Ha : "Tapi, saat dimana Aku taka akan bisa menolakmu tak akan terjadi. Aku tidak akan berada dalam situasi dimana Aku tak bisa menolakmu. Lebih baik Kita berteman saja, ya?"



#### Ha Myung masih memikirkan saat Bum jo dan In Ha sedang bercakap bersama. Yo Rae yang melihatnya sepertinya mulai menyukai Ha Myung. Bahkan Dia mengambil foto saat Ha Myung tidak menyadarinya.



#### Reporter Gong Jo dan Il joo membicarakan Cha Ok yang sedang berkemas dari meja kerjanya. In Ha pun melihat ibunya.


## In Ha ingat saat Bum Jo berkata bahwa Ibunya lupa membawa handphonenya yang tertinggal di rumah Bum Jo.

##

##

#

##### Isi kerdus Cha Ok berjatuhan. In Ha pun membantu ibunya membereskan barang-barang yang jatuh di lantai. Pada saat itu, Dia melihat handphone milik Ibunya. Dia mengambil handphone tersebut tanpa berkata pada Ibunya.
In Ha : "Apakah Kau dan Ketua bum Jo saling mengenal?"
Cha Ok : "Aku pernah bertemu dengannya, memang kenapa?"
In Ha : "Bukan, tapi secara pribadi Kau pernah ke rumahnya 13 tahun yang lalu?"
Cha Ok : "Entahlah, Aku tidak ingat"
In Ha : "Katanya Kau pernah melupakan ponselmu di rumahnya"
Cha Ok : "Kalau begitu Aku pernah kesana. Memang salah?"
In Ha : "Tidak, hanya membuatku sedikit kaget".
Cha Ok : "Aku lebih kaget, Kau masih bertahan disini"


## Ibu Bum Jo menghiasi pohon natalnya. Saat itu pelayannya memberitahukannya tentang masalah kecil melibatkan santa yang mereka sewa tertangkap mencuri sesuatu.


## Yo Rae beretemu denga Ha myung di pintu gerbang kepolisian. Yo rae bertanya apakah di hari natal Ha Myung ada acara. Ha Myung berkata bahwa Dia tidak ada acara sama sekali. Yo Rae pun menjanjikan hadiah yang special pada Ha Myung di hari natal nanti.



#### Ha Myung dan Yo rae bertemu In Ha dan Bum Jo.
Bum Jo : "Maaf tentang yang kemarin. Aku memang seperti pengecut, tapi Kau juga harus tahu itu."
Ha Myung : "Baguslah kalau Kau tahu"
Bum Jo : "Tapi, Kau lebih pengecut daripada Aku. Aku akhirnya mengerti setelah mendengar In ha kemarin. Kau menggunakan kakakmu dan Manajer Cha Ok agar In Ha merasa bersalah. Tapi, Kau juga tak bisa melepaskan In Ha. Menurutku, sikapmu itu sama saja dengan seorang pengecut.Jika Kau memang mau mengakhirinya..."
Ha Myung : "Aku sedang mencobanya"
Bum Jo : "Benarkah? Lalu bagaimana jika Aku membantu..." [Maksdunya membuat In Ha jadi pacarnya]
Ha Myung : "Aku tak butuh bantuanmu. AKulah yang akan mengakhirinya, bukan Kau. Jangan buat alasan karena Aku untuk mendekati In Ha"





######## TIba-tiba seorang santa keluar dari kantor polisi. In Ha melempar sepatunya pada sang santa. Santa pun mengamuk dan mengambil palang untuk memukul In Ha. Sebelum sempat santa tersebut memukul In Ha, Ha Myung datang dengan menendang sang santa. Terjadi perkenalihan sampai polisi dapat meringkus sang santa. [Santa tersebut pelaku pencurian di toko Ibu Bum Jo]


## Ha Myung melihat bagaimana anak sang santa memanggil-manggil Ayahnya.





######## Ha Myung dan Yo Rae beserta In Ha dan Bum Joo berdiskusi dengan Chan Soo tentang kejadian santa yang seorang pencuri.
Chan So : "Santa itu membesarkan anaknya yang masih SMP sendirian. Semua temanya memakai tas yang bermerek di sekolah. Kecuali anaknya, dan mungki karena itulah Dia di bully temanya. Karena itulah Dia kerja part time sebagai santa di mall dan Dia menelpon anaknya sebagai kedok untuk hadian special. Dia mencuri salah satu tas dan memberikan kepada anaknya"
Bum Jo : "Kenapa harus mencurinya? Kenapa tidak membelikanya saja?"
Ha Myung : "Mungkin Dia tak punya uang"
Chan So : "Tas itu bukanlah tas biasa. Harganya sangat mahal. Tas bermerek itu berharga 800.000 Won [lebih dari 8.000.000 juta rupiah]"
Ha Myung : "Bukanya Santa itu bisa bebas hanya dengan peringatan?"
Chan So : "Memang hanya pencurian biasa, tapi karena keseringan, Dia bisa dihukum. Anaknya akan hidup sendirian"
In Ha : "Bagaimana ini? menyedihkan sekali"
Bum Jo : "Iya, tapi juga konyol. Ini hanyalah pencurian sederhana"
Ha Myung : "Kau pikir sederhana? Seorang anak akan tinggal sendirian hanya karena sebuah tas?"
Chan So : "Tas itulah yang harus disalahkan. Tas itulah yang menjadi penyebab pem-bully-an anak itu. Dan Dia bahkan mencoba bunuh diri. Tas itulah masalahnya"
Yo Rae : "Tas mahal itu di jual dimana?"
Chan So : "Mall Bum Jo memiliki hak khusus untuk menjualnya"




##### Setelah diskusi tentang santa dan mengetahui kesimpulan bahwa tas adalah penyebabnya, mereka pun makan bersama. Dalam percakapan di basecamp pun Ha Myung dengan mencari informasi yang lain, Dia menyalahkan pemasaran tas yang terlalu mahal dan menjadi sebab pem-bullyan di tempat lain, selain kasus santa. Bum Jo sangat marah dan pergi meninggalkan In Ha, ha Myung dan Yo Rae ketika mereka bertiga sepakat untuk melakukan liputan tentang kasus tas tersebut.


## Ha Myung bertemu dengan Chan So. Chan So bercerita Dia b.ahwa Dia kena hukuman karena lalai dan membuat santa kabur keluar kepolisian. [Repeat kejadian In Ha yang melempar sepatu ke arah santa]
Chan So : "Ajak Aku pergi minum" [Maksudnya untuk ngehibur hati Chan So yang galau]
Ha Myung : "Hari ini adalah malama natal. Kenapa Aku harus pergi denganmu?"
Chan So : Kau punya acara lain?"



#### Akhirnya Chan So dan Ha Myung makan bersama di malam natal. Ha Myung benar-benar mabuk. Ha Myung memasukan beberapa makanan kecil dari tempat mereka makan bersama




##### Chan So menanyakan rumah Ha Myung. Dan mereka berakhir di rumah Dal Po yang dulu. Dengan sangat mabuk Ha Myung memberikan makanan kecil yang ia kantongi dari restoran kepada Ayah tiri dan adik tirinya.
Chan So : "Dia terus saja mengigau betapa merasa bersalahnya Dia pada kakaknya. Dia merasa bersalah karena Dia masih bisa berjalan-jalan dan tertawa dengan orang lain. Dan masih bisa terus duduk bersama orang lain. Dia terus minum hingga mabuk seperti ini"
Ha Myung : "Aku membawa beberapa kacang Ginkgo. Kau menyukainya kan? Dan Aku juga punya hadiah untukmu, cumi-cumi kering. Aku membawa kerupuk nasi juga untuk In Ha"
Chan So : "Itu hadiah natalmu? Jadi, karena ini Kau mengambilnya tadi"



#### Ha Myung terbangun dan melihat In Ha.
In Ha : "Kau sudah bangun? Tidurlah dulu. Kau demam"
Ha Myung melihat kalung kancing yang di pakai In Ha.
Ha Myung : "Ini mimpi kan?"
In Ha : "kenapa Kau mabuk begini? Kau kan tak kuat minum. Tidurlah, sepertinya Kau sangat lelah."
Ha Myung : "Aku tak akan memintamu untuk tetap di sisiku sekarang. Tapi, jangan berada di sisi orang lain"
In Ha : "Baiklah, tidak akan"
Ha Myung : "Aku tidak ingin bangun dari mimpi ini"




###### Ha Myung akhirnya terbangun. "Aku dimana?" Ayah tirinya mengajak Chan So dan Ha Myung untuk makan bersama.


## Chan Soo mendapatkan telpon dari istrinya.
Chan So :  "Tamat sudah. Istriku menelpon"
In Ha : "Cepat angkat dan minta maaf"
Chan So : "Untuk apa? Aku kan laki-laki. Ya Sayang. Selamat Natal. Aku sedang berlutut sekarang. Aku menginap di rumah Dal Po. Aku tak berbohong. Kenapa Aku harus membuat laporan orang hilang? Bukan itu tugasku"



### Ha Myung : "Maaf"
In Ha : "Untuk apa? Hal itu sudah biasa saat mabuk. Aku juga bersikap yang sama saat mabuk dulu"
Ha Myung : "Bukan itu maksudku, Maaf karena Aku memaksamu berbohong saat itu. Aku benar-benar menyesal. Hal itu tak sepantasnya dikatakan oleh seorang reporter. Aku sudah hilang kendali"
In Ha : "Ya, Kau memang hilang kendali. Tapi, kali ini Aku akan memaafkanmu. Karena pertanyaanmu padaku ibuku sangatlah keren"
Ha Myung : "Keren"
In Ha : "Itulah pertanyaan yang ingin Aku tanyakan padanya. Aku senang melihatKau mengutarakan apa yang Kau pikirkan tanpa mengkhawatirkan Aku. Aku jauh lebih baik sekarang. Aku sudah bisa menatapmu sekarang"
In Ha : "Apakah..."[Ha Myung mungkin bertanya tentang mimpi semalam]



### Rekan sesama reporter melihat Yo Rae terlihat aneh "Yo Rae, Kau sedang apa?"
Yo rae : "Apakah Kamu melihat Ha Myung? Sejak kemarin telponya tidak di angkat" [Yo Rae sangat marah karena Ha Myung yang tidak bisa dihubungi. Melihat pita di kepalanya. Yo Re menghadiahkan hadiah dirinya sendiri pada Ha Myung]




##### Chan So membicarakan tentang ibu Bum Jo yang tidak memberikan ampunan kepada santa pada Ha Myung. Santa tersebut benar-benar harus terpisah dengan anaknya. "Ketua itu lebih kejam darimu" kata Chan So menutup percakapan. Chan So memberikan penghangat telinganya kepada anak itu.

##

##

#### Ha Myung mendapatkan telpon dari kaptennya. Ha Myung berbicara kalau Dia tidak diberi izin untuk membuat liputan. "Jalan seorang reporter memang sangat sulit di dunia ini. Karena tugas reporter adalah untuk menggali rahasia yang disembunyikan. Jika mereka menolak untuk bekerja sama setelah kita meminta izin, maka Kita tak punya pilihan selain MENDOBRAK masuk."
Bum Jo menghentikan Ha Myung yang ingin melakukan liputan. Tapi, Ha myung tetap berjalan mengindahkan Bum Jo.





######## "Tolong kentikan rekaman kalian" mohon karyawan toko pada reporter.
"Bagaimana jika mereka menolak untuk melakukan wawancara?" Ha Myung bertanya pada captainnya.
"Pertama 'Non-aktifkan' kameranya dan cari info lebih lanjut. Kita harus tetap merekamnya. Tapi tanpa sepengatahuan mereka. Turunkan kameranya dan berpura-pura seperti kalian tak merekamnya. Saat mereka sudah menganggap kameranya sudah off mereka akan menjelaskanya padamu. Jika 'Pemeran sudah masuk dan mulai bergerak Kita bisa memulai laporan yang bagus"




##### Yo rae datang sebagai pemeran. Karyawan yang tidak mau di wawancara menjelaskan tentang harga dan merek dagang yang mereka tawarkan pada Yo Rae dan akhirnya diliput juga oleh Ha Myung dengan semunyi-sembunyi.




###### In Ha dan reporter MSC lainya bergegas untuk meliput juga. Namun mereka melihat Ha Myung dan Bum Jo sedang bertengkar hebat.



#### "Apa yang kalain berdua lakukan? Bukankah Kita sedang berada di tengah-tengah penyelidikan", kata Yo Rae tidak senang melihat pertengakran itu. In Ha pun melerai mereka berdua. In Ha mengatakan hal yang membuat Ha Myung merasa tidak senang.


## Ibu Bum Jo membaca pesan dari Cha Ok.
Ibu Bum Jo : "Tolong mundur dari jabatanmu"
Cha Ok : "Maaf atas ketidaknyamanan yang telah Aku timbulkan"
Ibu Bum Jo : "Jangan khawatir, Aku tak membuang orangku begitu saja"
Cha Ok : "Aku akan mempercayai Anda dan menunggu keputusan Anda"




##### Dal Po mengingat bagaimana Dia bermimpi tentang In Ha yang memakai kalung kancing. Dia berpikir untuk membuang kancing yang ada di dalam dompetnya.



#### Kalung kancing yang dilihat oleh Dal Po adalah kancing dari baju lamanya sendiri. [Di Korea ada kebiasaan untuk membeli mimpi yang baik]. "Kenapa bajumu kebesaran begitu?" tanya Ayahnya. "Ini adalah baju lama Dal Po", Ayah In ha menjawab.


## "Terima kasih telah membelaku", kata Bum Jo. "Aku tak membelamu. Jangan salah paham", kata In Ha dengan tatapan serius. [Kancingnya dari baju yang sama toh, haha]

Semoga bermanfaat...
Regard Lim Aigoo...


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Aigoo - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -